Penjualan Motor Listrik Polytron Tumbuh, Imbas Harga BBM

OTW Indonesia - Penjualan motor listrik Polytron mencapai 50 ribu unit di Indonesia, didorong kenaikan BBM dan skema sewa baterai yang diminati konsumen.

Penjualan Motor Listrik Polytron Tumbuh, Imbas Harga BBM

OTW Indonesia - Polytron mencatatkan penjualan motor listrik yang terus meningkat di Indonesia. Hingga saat ini, sekitar 50 ribu unit telah terjual, menjadikannya salah satu merek lokal dengan populasi kendaraan listrik yang cukup dominan.

Penjualan motor listrik Polytron didorong oleh seri Fox yang menarik perhatian konsumen melalui desain modern dan fitur terkini.

“Populasi aja ya, populasi kami udah jual kira-kira 50 ribu unit. Tahun ini target kami sekitar 40 ribu lah,” sebut Tekno Wibowo, Commercial Director Polytron.

Baca juga: Konsumen 'Buka-Bukaan' Soal Yadea OSTA, Benarkah Menarik?

Kenaikan BBM Dorong Lonjakan Penjualan Motor Listrik Polytron

Motor listrik Polytron

Pertumbuhan penjualan motor listrik Polytron sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap efisiensi kendaraan listrik, terutama di tengah fluktuasi harga bahan bakar.

“Kenaikan jumlah SPK meningkat mungkin 90% saat ada isu kenaikan bbm. Harapannya kalau bisa jual lebih banyak, maka akan produksi lebih banyak, tapi tergantung dari pasarnya juga bisa menyerap atau tidak,” sambung Tekno.

Selain sepeda motor, tren ini juga berdampak pada kendaraan listrik roda empat Polytron, seperti Polytron G3 dan Polytron G3+.

“Saya kira mungkin kalau mobil sudah dari tahun lalu penetrasinya sudah hampir 15% ya dibandingkan dengan total pasar, jauh lebih tinggi dari sepeda motor. Cuman ya tahun ini mungkin ya bayangan saya masih di level 18% lah ya, naiknya dikit lah,” rinci Tekno Wibowo.

Baca juga: SPK Indomobil eMotor di GJAW 2025 Tembus Ratusan Unit, Tyranno Jadi Primadona

Skema Sewa Baterai Jadi Daya Tarik Utama

Gambaran skema sewa baterai Polytron

Salah satu strategi utama yang mendorong penjualan adalah penerapan sistem Battery Subscription atau sewa baterai. Skema ini memungkinkan konsumen membeli motor tanpa harus menanggung biaya baterai yang relatif mahal.

“Dari 50 ribu yang terjual, 90% diantaranya pakai skema baterai sewa. Ya kalau menurut saya bisnis model yang kita tawarkan lebih masuk akal ya. Karena sepeda motor listrik itu yang mahal sebetulnya adalah di sisi baterainya kan,” ujarnya.

Melalui sistem ini, risiko teknis dan biaya penggantian baterai sepenuhnya ditanggung perusahaan. Konsumen cukup membayar biaya listrik dan sewa bulanan, sehingga penggunaan kendaraan listrik menjadi lebih terjangkau dan praktis.

Langkah ini memperkuat posisi Polytron dalam mendorong adopsi kendaraan listrik di Indonesia, terutama untuk kebutuhan mobilitas harian.

Tetap pantengin terus website OTWIndonesia.com & channel Youtube OTW Indonesia untuk mengetahui informasi terkini seputar dunia otomotif.